Monday, August 25, 2008

Mudik Munggahan

Sebetulnya kata Adjeng bukan munggah. Munggah mah hari minggu besok. Bae weh ah anggap aja munggah.

Apaan sih?

Daku mudik nih ke Depok sama Koosha. Huhuy!

Depok panash, hareudang, gerahhh...secara rumah emak babeh akyu ga punya AC. Baru nyampe udah pengen berendem di bak kamar mandi, yang mana tentu saja ditentang keras sama orang rumah. Takut daki bertebaran di bak.

Koosha si anak gunung pun berganti kostum tidur. Biasanya kaos dalem, baju panjang, clana panjang, plus selimut dua lapis, sekarang baju pendek tipis tanpa kaos dalem, clana pendek, plus selimut tipis satu saja.

Thx God, koosha ga rewel. Mungkin familiar kali ya sama rumah tempat pertama kali dia tinggal.

Btw, seneng bgt bisa pulang. Hampir sbulan tiap ada lumba2, eike sambil lalu ngomong pengen pulang pengen pulang ke Koosha. Dia senyum2 doang. Pas kmarin abang dateng, langsung pengen ikut pulang. Tadinya ga boleh, eike ngambek aja shari smalem ga mau ngomong ama dia. Akhirnya boleh deh huehehehehe.


Thursday, August 14, 2008

New Update from Koosha


Kebisaan baru: Nangkuban alias telungkup (belum ahli tapi mulai bisa)

Kebiasaan jelek: gigitin tangan, ngamuk kalau ngantuk

Buku favorit: The Nose Book by Al Perkins, Illustrated by Roy Mc Kie

Dongeng favorit: Bawang Merah Bawang Putih, Jack dan Pohon Kacang Polong

Lagu favorit: P.U.S.P.A oleh ST12

Lagu anak favorit: Dua mata saya (teuing judul aslina naon)

Sinetron favorit: The Coffe Prince di Indosiar

Acara favorit: Inbox di SCTV

Kartun favorit: Tom and Jerry, Spongebob 

Kegiatan favorit: Mukanya dilap pake air hangat

Manusia favorit: Ibunya lahhhh..




Thursday, July 31, 2008

Believe Me, It's Hard!

Entah kenapa hari ini aku rungsing ngga jelas. Dari pagi ngga punya semangat hidup meskipun masih bisa bertahan sampai habis ashar.

Lepas itu, i couldn’t stand anymore, my baby cried all the time. Kutinggalkan saja dia sama ayahnya. Masuk kamar, berbaring, memejamkan mata. Trying to get some sleep.

Tapi ngga bisa!

Tiap Koosha nangis, dadaku langsung berdesir. Ngga tega. Akhirnya buka mata lagi, nyusuin lagi.

Duh, betapa aku merindukan masa-masa tidur berjam-jam kaya beruang lagi hibernasi.

Emak Sadis

Koosha punya kebiasaan yang bikin emaknya pusing, kalau udah ngantuk banget dia pasti motah, kelojotan, ampul-ampulan, anjrut-anjrutan alias ga bisa diem. Kadang-kadang pake bonus nangis segala. 

Akhirnya aku nemu cara (yang sementara ini) ampuh untuk membuatnya tidur: didongengin. 

Pertama dongeng kisah si kancil dan buaya. Aman. Dongeng hari kedua cerita dari halaman belakang tabloid Nakita, kisah anak serigala yang ngga sabaran kepingin nyeberang sungai. Aman lagi. Hari ini, yang kepikiran adalah dongeng Timun Mas. Meskipun ngga hafal semua cincay lah bisa ngarang bebas.

Sampai adegan suami isteri itu dapet anak, Koosha masih anteng terkantuk-kantuk. Kadang-kadang dia tertawa, bikin emak yang sedang ngarang bebas ini melanjutkan dengan semangat.

"Iya, de, Buto Ijo datang ke rumah mereka, menagih janji mengambil Timun Mas."

Koosha masih terkantuk-kantuk.

"Sang isteri ketakutan. Ia panggil suaminya. Suaminya yang juga ketakutan memberanikan diri keluar menghadapi buto ijo, sementara sang isteri gemetar mengintip dari balik pintu." 

Koosha mulai menatapku terbengong-bengong. 

"Wahai buto ijo, bisakah kau menunda mengambil anak kami. Sekarang dia masih balita. Masih kurus. Dagingnya belum banyak. Belum bisa dimakan enak. Rasa dagingnya pun masih pahit. Datanglah sepuluh tahun lagi, Timun Mas pasti akan jadi anak yang sehat, gemuk, banyak dagingnya. Saat itu engkau pasti memakan Timun Mas dengan nikmat."

Koosha langsung nangis. 

Haha. Baru sadar kalau dongeng itu sangat tidak cocok sebagai pengantar tidur bayi. 

Dongeng pun kemudian berganti menjadi cerita Bawang Merah Bawang Putih. Tak lupa sebelum dimulai aku memberi petuah bijak kepada Koosha, 

"Jangan benci bawang merah, ya. Bawang merah juga enak buat masakan!"

Dan Koosha pun tertidur dengan tenang...




Blogger templates made by AllBlogTools.com

Back to TOP